Jumat, 02 Desember 2016

Komunikasi sebagai salah satu faktor kesuksesan perusahaan Pocari Sweat



1.      Sejarah Singkat Kesuksesan Pokari Sweat
Di Pabrik Otsuka Pharmaceutical yang terletak di Jepang, Masihito Otsuka (Presiden Otsuka Pharmaceutical ke-2) telah menciptakan beberapa produk terkenal seperti obat oles Oronine H atau atau minuman Oronamin C, sehingga perusahaan menjadi sangat maju.
Pada tahun 1973, Akihiko Otsuka (35th, anak dari Masahito Otsuka) yang pada saat itu menjabat sebagai kepala pabrik Toukushima juga berkeinginan untuk menciptakan produk yang dapat menjadi pilar perusahaan seperti yang telah dilakukan ayahnya.
Suatu hari, Rokuro Harima (44th, Penanggung jawab pengembangan minuman) dengan membawa cairan infus yang dibawanya itu dijadikan minuman. Akihiko terheran sejenak. Lalu Harima menceritakan kisahnya mengapa dia mengusulkan agar cairan infus dijadikan minuman. Harima menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke meksiko untuk penelitian. Saat Harima menceritakan kisahnya tersebut, Akihiko berpendapat bahwa saat itu belum merupakan waktu yang tepat umtuk mengembangkan produk seperti yang diceritakan Harima.
Tuga tahun kemudian (1976), Akihiko menjadi Presiden Direktur Otsuka Pharmaceutical yang ke-3 pada usia 38 tahun. Suatu hari Harima menandatangani Akihiko dengan membawa seorang staf. Sataf tersebut adalah Akihisa Takaichi (33th, Seorang peneliti muda). Akihiko memanggil mereka berdua agar Harima dan Takaici mengembangkan cairan infus yang pernah Harima ceritakan. Akihiko berkeinginan untuk menciptakan minuman kesehatan yang komposisinya sama dengan keringat sehingga menambah elektrolit. Lalu konsep rasapun disampaikan secara jelas, agar saat diminum enak ditenggorokan.
Setelah selesai menghadap Akihiko, Harima menyerahkan semua tugas pengembangan minuman kesehatan tersebut kepada Takaichi agar dapat membina peneliti muda tersebut agar dapat memikul masa depan perusahaan. Lalu Takaichi melakukan banyak percobaan yang hasilnya langsung dilaporkan kepada Harima. Namun, Harima sering menolak percobaan yang dilaporkan Takaichi. Karena sebagai Ahli rasa, Harima langsung  tahu produk minuman tersebut akan diterima atau tidak oleh konsumen walau hanya mencicipinya sedikit saja. Takaichi pun adalah orang yang tidak mudah menyerah dan terus melakukan penelitian dan percobaan. Dalam produk minuman yang dibuat kadar gula harus dibawah 10%.

Hampir 3 tahun berlalu, sejak pengembangan minuman dimulai (bulan mei 1979), Harima dan Takaichi mendatangi Akihiko. Akihiko melakukan uji coba dalam merasakan minuman yang dibuat Takaichi. Akihiko juga berpendapat bahwa minuman tersebut masih terasa pahit. Saat itu juga, seorang karyawan masuk ke ruangan Akihiko. Dia ingin menguji minuman serbuk instan rasa jeruk yang sedang dikembangkannya. Akihiko berpendapat bahwa minuman tersebut masih jauh dari sempurna.
Lalu kemudian, Akihiko, melakukan uji coba dengan mencampurkan kedua minuman tersebut menjadi satu. Dan Akihiko mengatakan bahwa minuman yang seperti itulah yang enak untuk diminum. Berkat apa yang dilakukan Akihiko, pengembangan minuman kesehatan maju satu langkah.
Kemudian Takaichi banyak melakukan percobaan dengan membeli banyak macam jeruk dan menemukan dua jenis minuman untuk di uji coba  yaitu dengan kadar gula 6,2% dan 7,0%. Kemudian dilakukan uji coba oleh beberapa peneliti termasuk harima. Kebanyakan peneliti setuju dan memilih kadar gula 7% namun Harima berfikir bagaimana cara agar minuman dengan kadar gula 6,2% bisa di sukai oleh konsumen.
Kemudian Harima mengajak bawahannya berjalan-jalan kepegunungan, kemudian setelah mereka kelelahan diajaklah mereka meminum pocari sweat dengan dua botol berbeda yang memiliki kadar gula 6,2% dan 7%. Mereka malah menyukai minuman dengan kadar gula 6,2%. Minuman dengan kadar gula 6,2% lebih enak diminum jika seseorang dalam keadaan berkeringat.
Produksi pocari sweat pun dimulai, namun lagi-lagi banyak kendala dalam pemasaraanya. Banyak toko yang menolak untuk memasarkan atau menjual karena rasanya yang aneh. Kebanyakan masyarakat lebih suka minuman yang rasanya manis. Namun para marketing tidak patah semangat sampai suatu saat direktur Akihiko membuat keputusan yang sangat mengejutkan, yaitu membagiakan pocari sweat secara gratis kepada masyarakat. Selain dibagikan secara gratis, para marketing menjelaskan kegunaan serta manfaat dari minuman tersebut. Lambat laun entah berapa banyak pocari sweat yang sudah dibagikan gratis, pada musim panas kedua pocari sweat mengalami tingkat penjualan yang sangat luar biasa. Keuntungan yang  diperoleh perusahaan hampir 2 kali lipat dari pocari sweat yang sudah dibagikan secara gratis.




2.      Peranan Komunikasi Dalam Kesuksesan Pemasaran Pocari Sweat
Kesuksesan adalah buah dari kerja keras yang beresinambungan atau konsisten. Kerja keras yang konsisten akan berhasil apabila dilakukan dengan bersungguh-sungguh serta dilakukan bersama-sama oleh seluruh bagian yang terlibat didalamnya.
Perusahaan Otsuka Pharmaceutical dalam upayanya mengsukseskan  produksi minuman kesehatan Pocari Sweat tentunya banyak mengalami kendala sebelum mencapai kesuksesan yang fenomenal seperti saat ini. Salah satu faktor kesuksesannya adalah komunikasi yang berjalan baik dalam perusahaan tersebut. Komunikasi ini dapat dilihat dari koordinasi antara direktur dan bawahannya yang sangat terjalin dengan baik.
Direktur sangat mempercayai bawahannya dengan mendelegasikan tugas sepenuhnya kepada mereka untuk mengembangkan minuman kesehatan pocari sweat. Selain itu, keberaniannya dalam mengambil risiko yang sangat besar pun sangat luar biasa. Tidak hanya komunikasi antar bagian dalam perusahaan yang sangat baik, komunikasi antara marketing dengan masyarakat pun terlihat sangat baik. Masyarakat  yang sebelumnya memberi tanggapan kurang baik terhadap produk minuman tersebut, tapi pada akhirnya minuman tersebut menjadi sangat laris dipasaran. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya komunikasi yang konsisten dan dengan cara yang tepat sehingga masyarakat bisa berubah pikiran dalam pandangannya terhadap minuman tersebut.
Kesimpulannya adalah bahwa komunikasi merupakan faktor yang sangat penting dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan serta mengendalikan suatu organisasi agar tidak keluar dari jalur yang salah. Tanpa adanya komunikasi, suatu organiasasi tidak akan berjalan bahkan mungkin tidak akan ada organisasi yang terbentuk tanpa didahului dengan komunikasi. Artinya apapun itu di dunia ini, tidak bisa berjalan tanpa adanya komunikasi.

Pentingnya Komunikasi di Dunia Bisnis




Mengapa komunikasi penting dalam dunia bisnis ?
Menurut pendapat Saya, komunikasi sangat penting dalam dunia bisnis. Karena komunikasi merupakan salah satu unsur penting yang dapat membangun sebuah tim. Artinya, berhasilatau tidaknya bisnis tergantung pada komunikasinya. Apabila komunikasi baik, maka bisnis akan berjalan dengan baik dan begitupun sebaliknya. Apabila komunikasi dalam bisnis tersebut tidak berjalan dengan baik, maka bisnis tidak akan berjalan dengan baik.
Kemampuan untuk berkomuniaksi secara jelas beguna untuk mendominasi dalam dunia usaha. Komunikasi adalah kunci yang dapat membangun tim yang kuat dan mendorong bisnis terhadap kinerja yang lebih baik. Komunikasi dalam bisnis memiliki beberapa manfaat, diantaranya :
a.       Membantu membangun tim
Dalam membangun sebuah tim, membutuhkan seorang pemimpin yang mampu dengan baik berkomunikasi kepada setiap individu atau bawahannya. Misalnya pemberian motivasi atasan kepada bawahan.
b.      Menghidari kesalahpahaman
Dengan komunikasi yang teratur, banyak kesalahpahaman dan miskomunikasi yang akan dapat diselaraskan dengan damai. Hal ini membuat lebih mudah bagi karyawan untuk meminimalisasi terjadinya sengketa sehingga karyawan lebih berfokus pada pekerjaannya.
c.       Membantu dalam meningkatkan proses bisnis
Dalam kegiatan berbisnis tentunya selalu ada kesalahan yang terjadi diakibatkan oleh faktor-faktor yang sering tidak terduga. Dengan adanya komunikasi dengan baik tentunya hal tersebut dapat diatasi. Misalnya mengadakan rapat atau pertemuan, didalamnya terjadi kegiatan tukar-menukar informasi sehingga akan lebih mudah mengatasi masalah.
d.      Meningkatkan kualitas layanan
Dalam hubungannya, bisnis dengan pelanggan merupakan dua komponen yang tidak dapat dipisahkan. Tentunya hal yang membuat keduanya terikat adalah dengan adanya komunikasi yang baik. Sehingga kemampuan suatu bisnis atau usaha memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelangganannya sangat dibutuhkan.
e.       Menciptakan suasana positif
Komunikasi positif antara berbagai anggota tim yang membentuk departemen bisnis, membantu memilah masalah internal dan memperalancar penyelesaian masalah yang menciptakan hambatan dalam proses bisnis.
f.       Interaksi pemasaran, pelanggan dan penjualan
Dengan model komunikasi yang lebih baik yang membangun jalur interaksi dengan pelanggan, tim pemasaran dan penjualan dapat menerapkan pendekatan yang lebih terfokus, yang bisa menghasilkan dividen yang menguntungkan dalam jangka panjang, dalam bentuk peningkatan angka penjualan dan margin keuntungan yang melonjak.
g.      Pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi pasar
Berkomunikasi dengan pelanggan melalui survei dapat membantu memahami kondisi pasar dengan cara yang lebih baik. Apa yang kurang dari produk yang kita jual dapat kita ketahui begitu pun dengan pesaing dari produk kita dapat kita pelajari apa kelebihannya.

Jadi saya simpulkan, komunikasi merupakan kunci sukses keberhasilan suatu usaha. Apapun jenis usahanya, unsur komunikasi sangat dibutuhkan untuk menunjang prospek usaha tersebut dimasa mendatang. Sehingga setiap individu dituntut untuk memiliki keterampilan komunikasi yang baik, agar organisasi bisnis dapat bersaing didunia usaha yang semakin hari semakin kompleks.

Komunikasi sebagai salah satu faktor pesatnya kemajuan perusahaan Aqua




1.      Sejarah singkat Perusahaan AQUA
Perusahaan AQUA adalah pelopor industri air minum di Indonesia, semua orang pasti tahu itu. Namun, apakah anda mengetahui sejarah panjang jalan yang dirintis Aqua hingga sebesar sekarang.
Aqua lahir atas ide almarhum Tirto Utomo (1930-1994). Beliau menggagas lahirnya air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia melalui PT Golden Misissippi pada tanggal 23 februari 1973. Nama Aqua kini telah menjadi semacam nama generik dari produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) serupa di Indonesia. Coba perhatikan sekitar kita, berapa banyak nama Aqua saat mereka hendak membeli AMDK di warung atau toko? Dan perhatikan juga, jarang sekali ada pembeli yang protes saat mereka diberi VIT, RON 88, atau ADES oleh si penjual walaupun sebelumnya mereka meminta “Beli Aqua  satu”.
Hal itu mungkin saja terjadi karena Aqua adalah pelopor bisnis AMDK dan menjadi produsen AMDK terbesar di Indonesia. Bahkan pemasarannya saat ini sudah meliputi Singapura, Malaysia, Fiji, Australia, Timur Tengah dan Afrika. Di Indonesia sendiri mereka menguasai 80 persen penjualan AMDK dalam kemasan galon. Sedangkan untuk keseluruhan market share AMDK di Indonesia, Aqua menguasai 50% pasar. Saat ini Aqua memiliki 14 pabrik yang tersebar di Jawa dan Sumatra. Produsen AMDK Aqua, PT. Golden Mississippi (kemudian bernama PT Aqua Golden Mississippi) yang bernaung di bawah PT. Tirto Investama (selanjutnya dalam tulisan ini akan disebut sebagai Aqua saja, untuk mewakili korporasi produsen AMDK tersebut), didirikannya pada 23 Februari 1973 oleh Tirto Utomo (1930-1994). Pabrik pertamanya didirikan di Bekasi. Sejak saat itu, orang Indonesia mulai mengubah salah satu kebiasaannya secara mendasar dengan membiasakan diri mengkonsumsi AMDK, membeli air.
Danone, sebuah korporasi multinasional asal Perancis, berambisi untuk memimpin pasar global lewat tiga bisnis intinya, yaitu : doiry products, AMDK dan biskuit. Untuk dairy products , kini Danone menempati posisi nomor satu di dunia dengan penguasaan pasar sebesar 15%. Adapun untuk produk AMDK, Danone juga mengklaim telah menempati peringkat pertama dunia lewat merek Evian, Volvic, dan Bodoit. Untuk bisa memperhatikan diri sebagai produsen AMDK nomor satu dunia, Danone tentu saja harus bekerja keras menahan gempuran Coca-Cola dan Nestle. Untuk menambah kekuatannya, Danone mulai memasuki pasar Asia, dan mengambil alih dua perusahaan AMDK di Cina. Menyadari kekuatan kecil Aqua yang belum terjamah oleh Coca-Cola atau korporasi lainnya, Danone buru-buru mendekati Aqua. Akhhirnya, pada tanggal 4 September 1998, Aqua secara resmi mengumumkan “penyatuan” kedua perusahaan tersebut dan bertepatan dengan pergantian milenium, pada tahun 2000 Aqua meluncurkan produk berlabel Danone-Aqua. Pada tahun 2001, Danone meningkatkan kepemilikan saham di PT. Tirto Investiana dari 40% menjadi 74%, sehingga Danone kemudian menjadi pemegang saham mayoritas Grup Aqua.
2.      Peran Komunikasi Dalam Perkembangan Perusahaan Aqua
Dilihat dari sejarah Perusahaan Aqua, tentunya tidak mungkin rasanya Perusahaan tersebut berkembang pesat begitu saja. Melalui sejarahnya, dapat diamati bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi berkembangnya pesatnya Perusahaan Aqua. Salah satu faktor pentingnya adalah komunikasi.
Komunikasi merupakan aktivitas tukar-menukar informasi dengan berabagai media, visual maupun nonvisual, langsung maupun tidak langsung oleh komunikator kepada komunikan. Menyimak serta menyimpulkan sejarah perkembangan Perusahaan Aqua, komunikasi merupakan salah satu faktor yang sangat berperan penting dalam progres Perusahaan mulai awal merintis hingga saat ini dengan dominasi yang sangat luar biasa di pasar AMDK. Setiap  masyarakat pastinya sangat tidak asing dengan minuman bermerek Aqua. Bagaimanakah caranya masyarakat dapat mengenal Aqua begitu saja? Tentu ada proses yang sangat panjang untuk mengenalkan produk Aqua kepada masyarakat. Dalam mengenalkan produk Aqua tentu ada banyak strategi yang dijalankan perusahaan yaitu salah satunya dengan promosi melalui berbagai media.
Strategi Perusahaan Aqua sejak awal merintis sebagai pelopor Perusahaan AMDK di Indonesia tentu sangat efektif jika kita melihat hasilnya sekarang. Salah satu alasan kesuksesannya adalah strategi komunikasi yang baik. Komunikasi antar pegawai perusahaan begitupun pegawai dengan konsumen pastinya berjalan dengan sangat baik. Saat perusahaan mengalami kolaps dimana penjualan Aqua mengalami penurunan, dimana strategi Perusahaan saat itu yaitu dengan meningkatkan harga, ini tentu merupakan keberanian sekaligus risiko bagi perusahaan. Namun dengan komunikasi yang baik mereka mampu dengan pasti memperoleh kenaikan penjualan kepada masyarakat.
Komunikasi yang baik adalah syarat yang harus dimiliki oleh setiap Perusahaan dimanapun. Berkembang atau tidaknya suatu perusahaan tergantung dengan teknik komunikasi yang mereka terapkan di perusahaan, baik antar pegawai atau pegawai dengan konsumen.