1.
Sejarah singkat
Perusahaan AQUA
Perusahaan
AQUA adalah pelopor industri air minum di Indonesia, semua orang pasti tahu
itu. Namun, apakah anda mengetahui sejarah panjang jalan yang dirintis Aqua
hingga sebesar sekarang.
Aqua
lahir atas ide almarhum Tirto Utomo (1930-1994). Beliau menggagas lahirnya air
minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia melalui PT Golden Misissippi pada
tanggal 23 februari 1973. Nama Aqua kini telah menjadi semacam nama generik
dari produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) serupa di Indonesia. Coba perhatikan
sekitar kita, berapa banyak nama Aqua saat mereka hendak membeli AMDK di warung
atau toko? Dan perhatikan juga, jarang sekali ada pembeli yang protes saat
mereka diberi VIT, RON 88, atau ADES oleh si penjual walaupun sebelumnya mereka
meminta “Beli Aqua satu”.
Hal
itu mungkin saja terjadi karena Aqua adalah pelopor bisnis AMDK dan menjadi
produsen AMDK terbesar di Indonesia. Bahkan pemasarannya saat ini sudah
meliputi Singapura, Malaysia, Fiji, Australia, Timur Tengah dan Afrika. Di
Indonesia sendiri mereka menguasai 80 persen penjualan AMDK dalam kemasan
galon. Sedangkan untuk keseluruhan market share AMDK di Indonesia, Aqua
menguasai 50% pasar. Saat ini Aqua memiliki 14 pabrik yang tersebar di Jawa dan
Sumatra. Produsen AMDK Aqua, PT. Golden Mississippi (kemudian bernama PT Aqua
Golden Mississippi) yang bernaung di bawah PT. Tirto Investama (selanjutnya
dalam tulisan ini akan disebut sebagai Aqua saja, untuk mewakili korporasi
produsen AMDK tersebut), didirikannya pada 23 Februari 1973 oleh Tirto Utomo
(1930-1994). Pabrik pertamanya didirikan di Bekasi. Sejak saat itu, orang
Indonesia mulai mengubah salah satu kebiasaannya secara mendasar dengan
membiasakan diri mengkonsumsi AMDK, membeli air.
Danone,
sebuah korporasi multinasional asal Perancis, berambisi untuk memimpin pasar
global lewat tiga bisnis intinya, yaitu : doiry products, AMDK dan biskuit.
Untuk dairy products , kini Danone menempati posisi nomor satu di dunia dengan
penguasaan pasar sebesar 15%. Adapun untuk produk AMDK, Danone juga mengklaim
telah menempati peringkat pertama dunia lewat merek Evian, Volvic, dan Bodoit.
Untuk bisa memperhatikan diri sebagai produsen AMDK nomor satu dunia, Danone
tentu saja harus bekerja keras menahan gempuran Coca-Cola dan Nestle. Untuk
menambah kekuatannya, Danone mulai memasuki pasar Asia, dan mengambil alih dua
perusahaan AMDK di Cina. Menyadari kekuatan kecil Aqua yang belum terjamah oleh
Coca-Cola atau korporasi lainnya, Danone buru-buru mendekati Aqua. Akhhirnya,
pada tanggal 4 September 1998, Aqua secara resmi mengumumkan “penyatuan” kedua
perusahaan tersebut dan bertepatan dengan pergantian milenium, pada tahun 2000
Aqua meluncurkan produk berlabel Danone-Aqua. Pada tahun 2001, Danone
meningkatkan kepemilikan saham di PT. Tirto Investiana dari 40% menjadi 74%,
sehingga Danone kemudian menjadi pemegang saham mayoritas Grup Aqua.
2.
Peran Komunikasi
Dalam Perkembangan Perusahaan Aqua
Dilihat
dari sejarah Perusahaan Aqua, tentunya tidak mungkin rasanya Perusahaan
tersebut berkembang pesat begitu saja. Melalui sejarahnya, dapat diamati bahwa
ada beberapa faktor yang mempengaruhi berkembangnya pesatnya Perusahaan Aqua.
Salah satu faktor pentingnya adalah komunikasi.
Komunikasi
merupakan aktivitas tukar-menukar informasi dengan berabagai media, visual
maupun nonvisual, langsung maupun tidak langsung oleh komunikator kepada
komunikan. Menyimak serta menyimpulkan sejarah perkembangan Perusahaan Aqua,
komunikasi merupakan salah satu faktor yang sangat berperan penting dalam
progres Perusahaan mulai awal merintis hingga saat ini dengan dominasi yang
sangat luar biasa di pasar AMDK. Setiap
masyarakat pastinya sangat tidak asing dengan minuman bermerek Aqua. Bagaimanakah
caranya masyarakat dapat mengenal Aqua begitu saja? Tentu ada proses yang
sangat panjang untuk mengenalkan produk Aqua kepada masyarakat. Dalam
mengenalkan produk Aqua tentu ada banyak strategi yang dijalankan perusahaan
yaitu salah satunya dengan promosi melalui berbagai media.
Strategi
Perusahaan Aqua sejak awal merintis sebagai pelopor Perusahaan AMDK di
Indonesia tentu sangat efektif jika kita melihat hasilnya sekarang. Salah satu
alasan kesuksesannya adalah strategi komunikasi yang baik. Komunikasi antar
pegawai perusahaan begitupun pegawai dengan konsumen pastinya berjalan dengan
sangat baik. Saat perusahaan mengalami kolaps dimana penjualan Aqua mengalami
penurunan, dimana strategi Perusahaan saat itu yaitu dengan meningkatkan harga,
ini tentu merupakan keberanian sekaligus risiko bagi perusahaan. Namun dengan komunikasi
yang baik mereka mampu dengan pasti memperoleh kenaikan penjualan kepada
masyarakat.
Komunikasi
yang baik adalah syarat yang harus dimiliki oleh setiap Perusahaan dimanapun.
Berkembang atau tidaknya suatu perusahaan tergantung dengan teknik komunikasi
yang mereka terapkan di perusahaan, baik antar pegawai atau pegawai dengan
konsumen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar